Pamekasan, jtvmaduranews.com – Upaya Pemerintah untuk membantu meringankan beban hidup warganya yang terdampak virus corana, baik itu berupa BLT Dana Desa, BPNT, PKH, Raskin,ataupun yang lainya, rupanya tak sepenuhnya berjalan sesuai harapan, salah satunya, Safiyah, seorang janda 64 tahun, asal Desa Ambat Talanakan Pamekasan Madura, yang kondisinya hidup sebatangkara, Ia mengaku tak pernah mendapatkan bantuan apapun yang sifatnya dari Pemerintah.
Safiyah yang tinggal di gubuk yang sangat sederhana dan jauh dari kata layak, keseharianya hidup seorang diri setelah di tinggal cerai oleh suaminya, sebagai mata pencaharinya Safyiah hanya mengandalkan upah dari ke ahlianyan sebagai tukang pijat dan memandikan bayi setelah persalinan.
“Selama ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun yang sifatnya dari Pemerintah,” kata Safiyah
Kini Safyiah ber harap adanya kepedulian dari pemerintah untuk membantu meringankan beban hidupnya yang kian hari kesehatanya terus ber kurang, karna faktor usia yang semakin menua, apalagi dengan kondi pandemi virus corona, yang segalanya semakin serba sulit.
Namun meski Safiyah mengaku tidak mendapatkan bantuan yang sifatnya dari Pemerintah, akan tetapi tidak sedikit dari berbagai konitas, organisasi dan aktifis yang datang memberikan bantuan terhadap janda yang hidup sebatangkara tersebut.
Salah satunya bantuan tersebut datang dari pengurus pemuda Muhamadiah Pamekasan bebearapa hari yang lalu. dari komuitas pecinta kinjang lawas asal Pamekasan, yang tergabung dalam club kipas, serta aktifis Jaringan Kawal Jawa Timur atau Jaka Jatim juga turun tangan dalam hal bantuan sembako berikut, pengawalanya agar warga yang seharusnya berhak bisa dapat bantuan dari Pemerintah.
“Ibu safiyah ini bisa terdata di salah satu bantuan yang sifatnya dari Pemerintah, serta tidak terjadi hal yang sama di tempat yang lain, hususnya di Kabupaten Pamekasan, karna pada dasarnya Pemerintah mengggelontorkan dana yang cukup besar inidengan maksud meringankan beban hidup warganya terutama yang kurang mampu, dan terdampak mewabahnya virus corona,” kata Musfiqul Khoir, aktifis Jaka Jatim.(zuhri)









