Sumenep, jtvmaduranews.com – Kenaikan harga tomat saat ini membuat sejumlah petani di sumenep, merasa lega, seperti yang rasakan petani tomat,  warga Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Tanaman tomat seluas sekitar satu hektar ini, saat ini sudah masuk musim panen, para petani mengaku bersyukur, sebab disaat musim panen harga tomat mengalami kenaikan di pasaran, saat ini harga tomat mencapai delapan ribu rupiah perkilo, naik dari sebelumnya yang hanya dua ribu lima ratus rupiah perkilo.

Kenaikan harga tomat ini, disinyalir karena stok dari petani saat ini menipis, mengingat sebagian lahan petani yang biasanya ditanami tomat, saat ini tengah digarap tanaman padi, sehingga petani tomat sangat sedikit, sehingga memicu kenaikan harga tomat tersebut.

Di sampinng itu, menurut h. ra’i tanaman tomat miliknya kualitasnya bagus dan buahnya lebat, berkat menggunakan pupuk organik cair salah satunya menggunakan biotgrow, 

“Berkat pupuk organik tersebut, yang sebelumnya hanya mampu memanen sekitar satu ton tomat, saat ini dipekerkirakan mampu hingga dua ton tomat,” kata H.Ra’i, petani tomat.

Dia berharap, seiring melimpahnya produksi tomat miliknya ini, harga diharapkan tetap stabil, sehingga dia mampu memperoleh keuntungan besar dari pertanian tomat tersebut. (wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here