Sumenep, jtvmaduranews.com – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, kasus penyakit TBC mencapai seribu enam ratus lima puluh enam, seluruh pasien TBC baik anak-anak maupun dewasa mendapat perawatan di Puskesmas terdekat, baik rawat jalan dan rawat inap, sebagian pasien bahkan dirujuk ke rumah sakit umum daerah dokter Moh. Anwar Sumenep, karena harus mendapat perawatan intensif, tampak beberapa pasien ditempatkan di ruang isolasi, dengan akses terbatas karena menyakit TBC mudah menular.
Setiap bulan, rumah sakit umum daerah dokter Moh. Anwar Sumenep menangani sekitar tiga ratus hingga empat ratus pasien yang suspek penyakit TBC,
“Dari jumlah suspek tersebut sekitar seratus lima puluh hingga dua ratus pasien diantaranya dinyatakan positif TBC, di samping itu, setiap bulan ada dua puluh lima hingga lima puluh kasus baru di rumah sakit tersebut, belum lagi yang dirawat di sejumlah puskesmas baik di daratan dan kepualauan di Kabupaten Sumenep. Kata dr. Andri Dwi Wahyudi, dokter spesialis paru
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menyatakan, sebanyak seribu enam ratus lebih warga yang positif mengidap TBC, semua dalam perawatan dan pengawasan tim kesehatan dari puskesman dan rumah sakit, baik rawat jalan dan rawat inap, perawatan dan pengawasan pasien TBC harus dilakukan selama enam bulan berturut-turut.
Saking banyaknya pasien kasus TBC di Kabupaten Sumenep, dinas setempat bekerjasama dengan tiga Non Governmnet Organization atau NGO aktif melakukan screening kepada warga.
“Untuk mendeteksi dan memantau penyebaran penyakit menular tersebut, ngo yang digandeng diantaranya Global Farm, Stop TBC Patnership Indonesia atau STPI dan Dompet Duafa,” kata Kusmawati, kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes
Sejak tiga tahun terakhir, jumlah kasus TBC di Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan yang signifikan, tahun 2017 ada 1627 kasus. tahun 2018 ada 1712 kasus, dan tahun 2019 ada 1656 kasus. sebanyak 57 anak dinyatakan positif TBC.(wildan)









