Sumenep, jtvmaduranews.com – Ratusan siswa SMK di Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Desa Aengbajaraja Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, madura, Jawa Timur, menggelar solat ghoib dan doa bersama untuk almarhum KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah, Senin (3/2) pagi, di mushollah Ponpes setempat. Para siswa merasa kehilangan atas meninggalnya tokoh ulama nasional yang dinilai sangat peduli terhadap dunia pendidikan.

Bertempat di musholla, ratusan siswa SMK At-Taufiqiyah di Desa Aengbaja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, dengan penuh khusuk melaksanakan solat ghoib yang dilangsungkan dengan doa bersama untuk almarhum Gus Sholah. Solat ghoib ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes At-Taufiqiyah KH. Imam Khasyim.
 
Pengasuh Ponpes Att-Taufiqiyah, KH. Imam Khasyim, mengaku ikut berduka atas meninggalnya tokoh ulama kharismatik di negeri ini, bahkan bangsa ini secara umum telah kehilangan salah satu ulama nasional yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan. “Disamping itu beliau merupakan cucu dari pendiri Jamiiyah Nahdatul Ulama (NU) yang merupakan organisasi islam terbesar di dunia,” kata KH. Imam Khasyim.
 
Meninggalnya Gus Sholah juga menjadi berita duka bagi rakyat Indonesia, utamanya warga Nahdliyin yang selama ini eksis menjaga dan merawat bangsa ini demi keutuhan NKRI.
 
Sementara itu, salah satu siswi SMK, Putri Qomariyah, mengaku akan berusaha meneladani sosok Gus Sholah yang peduli terhadap dunia pendidikan. Dengan lebih giat lagi belajar untuk mewujudkan cita-cita para tokoh bangsa ini.
 
Almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, wafat pada Minggu 02 Februari 2020, pukul 20.55 WIB di rumah sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.(syaiful,wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here