Sumenep, jtvmaduranews.com – Dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur, hingga sampai saat ini hanya 2 kabupaten yang masih zona hijau wabah covid-19 yaitu Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang, Madura. Hal tersebut sampai membuat Khofifah Gubernur Jawa Timur, penasaran, langkah dan cara yang dilakukan dua kabupaten ini.
Saat di wawancara reporter JTV, terkait tips rahasia Kabupaten Sumenep tetap bertahan di zona hijau di penyebaran wabah covid-19 ini, Bupati Sumenep, A, Buya Busyro Karim. menjawab, kunci Sumenep tetap di zona hijau disebabkan karena seluruh elemen pemerintahan, tim kesahatan, komunitas pemuda, tni polri, sangat kompak.
Bahkan MWC NU melalui intruksi PCNU Sumenep yang dari dulu turun hanya melakukan batsul masyail ke desa-desa, saat ini serentak melakukan sterilisasi sosialisasi bersama banomnya GP Ansor, IPNU, IPPNU, ke desa dan pondok pesantren.
“Sebab jamiyah NU disetiap desa dan kecamatan sekabupaten Sumenep semuanya ada dan bergerak sebelum kabupaten lain di Jawa Timur masih belum zona merah, bisa dikatakan Sumenep bergerak lebih awal, sebelum jatuh korban,” jelas Busyro Karim.
Bupati Sumenep menambahkan, terkait kondisi di Kepulauan Sumenep karena pulau yang ada di Sumenep mencapai ratusan, sejak dari awal kepulauan di Sumenep selalu diutamakan, baik penyuplaian pakaian APD, masker, cairan disinfectan, dan sterilisasi ketat di setiap pelabuhan.
“Karena banyaknya masyarkat kepulauan yang baru datang dari luar kota dan luar negeri, maka dari itu titik tempat datangnya pemudik sangat diperketat tim pemeriksaan,” jelasnya.
Hingga sampai saat ini, kebutuhan pakaian APD tim medis, masker, cairan disinfectan, warga Sumenep sudah bisa membuatnya sendiri, seluruh desa di Sumenep sejak kemarin sudah mulai memproduksi masker sendiri.
Bahkan kewirusaan muda Sumenep, saat ini fokus di pembuatan pakaian APD. Wajar saja Kabupaten Sumenep masih zona hijau Covid-19, sebab kuncinya menurut Bupati Sumenep ialah harus kompak berbagai macam elemen. (wildan)









