Pamekasan, jtvmaduranews.com – Kamus Sejarah Indonesia menuai polemik karena dinilaikan melupakan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.
Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufiq Hasyim mengatakan, penyusunan kamus Sejarah Indonesia Jilid 1-II merupakan hal yang baik sebagai niat untuk memperkaya khazanah sejarah.
Akan tetapi penulisan Kamus Sejarah tetap harus memperhatikan tokoh-tokoh penting yang mengambil tempat dalam perjalanan sejarah bangsa, lokal, maupun nasional.
Karena itu terkait tidak masuknya pendiri Nahdhatul Ulama tidak masuk dalam kamus sejarah tersebut, KH Taufiq Hasyim berpendapat Kamus sejarah tersebut harus ditarik.
Ia merasa kecewa dengan isi naskah kamus sejarah Indonesia yang tidak memuat pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, yang mana KH Hasyim Asy’ari ikut andil dalam membangun bangsa ini.
“Fakta sejarah yang sudah diketahui beliau sebagai pencetus revolusi jihad,” katanya, Sabtu (24/04/2021).
Menurut KH Taufik Hasyim, yang lebih menyakitkan ketika di kamus tersebut di sampulnya ada KH Hasyim Asy’ari tapi di dalamnya tidak ada.
“Malah terlebih tokoh – tokoh yang pernah menentang terhadap Pancasila justru muncul di kamus tersebut, hal itu terkesan melecehkan,” ucapnya.
Pihaknya berharap agar lebih objektif lagi, dalam rangka memberikan sejarah kepada anak-anak kita, sehingga ke depannya mereka bisa tau tentang fakta sejarah yang ada di negara ini. (jmnc/Han/San).









