Sumenep, jtvmaduranews.com – Usai kemarau panjang melanda sebagian daerah sejak beberapa bulan trakhir ini dengan dampak kekeringan yang drastis dan saat ini sudah akan memasuki musim penghujan, beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep sudah mulai turun hujan, namun baru tadi pagi hujan pertama dengan deras jatuh diwilayah kawasan tambak garam petani Desa Karanganyar, Kabupaten Sumenep.
Dari hujan pertama yang turun pada pagi ini, membuat ratusan petani terpaksa harus memanen hasil garamnya dadakan, ini di khawatirkan garam yang sudah jadi jika tidak dengan cepat dipanen akan segera mencair kembali, resiko yang diakibatkan garam yang diperoleh beratnya kurang dari separu dibanding dipanen pada musim kemarau yang biasa 3 ton menghasilkan 60 karung kini hanya 20 karung saja.
”Hujan dadakan ini tidak hanya membuat hasil yang diperoleh sedikit, namun kualitas garam yang didapatin tidak terlalu baik atau garam menghitam tidak putih saat panen dimusim kemarau,” kata Jeki , petani garam
Sementara dari bergantinya musim ini, para petani berharap garam yang di dapatinya selama panen trakhir ini, dapat di hargai dengan layak oleh pihak-pihak yang nantinya akan membelinya, karena beberapa bulan menghadapi musim penghujan mata pencaharian mereka akan berhenti sejenak dan mencari pekerjaan lain. (syaiful,wildan)









