Muhammad Zuhri : jmnc
Pamekasan – Guna menepis pradigma yang kurang baik terhadap kaum sarungan, dalam hal ini kaum santri yang seolah-olah terkesan jauh dari kata kemajuan dan kekinian. Saat ini pondok pesantren Mamabaul Ulum Bata-bata, telah membuktikan kepada publik bahwa pesantren juga mampu bersaing dibidang pengembangan ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan mendirikan sejumlah pertokoan, yang di beri nama Homastas, yang merupakan singkatan dari hom sata asyaro.
Minimarket Homastas itu sendiri, merupakan salah satu tempat sarana perbelanjaan yang berbasis belanja menyenagkan, ramah dan jauh lebih terjangkau dibanding kompetitornya.
Minimarket yang berda di bawah naungan pondok pesantren Bata-Bata saat ini kembali memekarkan sayapnya, yakni membuka Homastas cabang yang kesekian, yaitu di jl. KH. Amin Jakfar Pamekasan.
Hadir dalam peresmian tersebut RKH. M. Tohir Abd Hamid (Dewan a’Wan Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Drs. KH. Kholilurrahman, SH, M.SI, anggota DPR RI Drs. H. Kadarisman Sastrodiwirjo, mantan wakil bupati Pamekasan, H. Abdul Kodir salah satu alumni Bata-Bata yang saat ini sukses mengembangkan usahanya di Bekasi, Jakarta serta Dewan Ma’Hadiyah Ponpes Muba dan juga beberapa simpatisan lainnya.
Dalam sambutanya, KH. Kholilurrahman mengatakan, saat ini pesantren mulai memiliki kepercayaan untuk mengembangkan perekonomian Islam, yang di harapkan akan dapat membantu perkembangan ekonomi kerakyatan, khusunya untuk kesejahteraan para tenaga pengajar di lingkungan pesantren itu sendri, bahkan jika pesantren membangun usaha sendiri, maka untuk kepentingan umat akan jauh lebih terjamin keberlansungannya.
Dengan demikian, jika pondok pesantren sudah mampu mengembangkan usaha yang salah satunya dengan di bukanya beberapa mini market Homastas di sejumlah titik strategis, yang tersebar di beberapa kecamatan kota di Madura, maka ini merupakan salah satu bukti bahwa pesantren ikut beratanggung jawab dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, yang selama ini menjadi persoalan pelik di negeri ini.









