Ismail Hasyim : jmnc
Bangkalan – Terbakarnya salah satu kabel SKTT yang ada di Jembatan Suramadu pada tanggal 23 September 2017 mengakibatkan pasokan listrik di Madura akan mengalami deficit sekitar 60-75 mw di saat waktu beban puncak sekitar pukul 17.30 – 22.30 wib meliputi Bangkalan,Sampang, Pamekasan Dan Sumenep.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik tersebut akan dilakukan pengaturan beban dengan melakukan pemadaman secara bergiliran setiap 3 jam sekali, guna menjaga keseimbangan pasokan listrik sehingga tidak terjadi pemadaman secara luas.
Di Bangkalan sendiri pemadaman akan dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap 1 pukul 17.30 – 20.30 wib ,tahap 2 pukul 20.30 – 24.00 wib , tahap 3 pukul 00.30 – 03.30 wib ,dan tahap 4 pukul 03.30 – 06.30 wib terhadap pelanggan PLN yang tersebar di 144 desa dari 10 kecamatan di wilayah kerja PLN rayon Bangkalan.
Pak Ahmad Warga Bilaporah mengatakan pemadaman ini sudah berlangsung selama tiga hari yang kemarin mulai pukul 9 malam sekarang jam tujuh malam dan ini sangat disayangkan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari PLN seandainya ada pemberitahuan masyarakat dapat bersiap siap.
Manajer PLN rayon Bangkalan Umar Arif mengatakan akibat terbakarnya kabel PLN di suramadu beberapa daerah di madura pasti terkena dampak khususnya di wilayah PLN rayon Bangkalan akan dilakukan pengaturan beban dengan pemadaman secara bergilir yang mana hal tersebut untuk menyelamatkan system karena kalau dipaksakan bisa terjadi pemadaman secara luas atau dengan kata lain madura bisa black out dan rencana pemadaman ini akan dilakukan selama 3 jam tetapi ini dapat berubah tergantung dari fluktuatif beban terakhir.
Diperkirakan perbaikan jaringan ini akan memakan waktu sekitar 14 hari sehingga PLN menghimbau kepada masyarakat Bangkalan untuk menggunakan listrik secara hemat dan bagi masyarakat yang mempunyai genset dapat mengoperasikan gensetnya untuk sementara waktu.









