Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Mahra’i salah satu warga miskin yang tinggal di Gubuk Bambu yang sudah lapuk termakan usia bersama istri yang terjangkit penyakit kelenjar getah bening dan juga ketiga anaknya. Bahkan dengan kondisinya yang miskin Mahra’i tidak terdaftar sebagai penerima program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM yang saat ini sedang berlangsung.

Namun meskipun begitu Mahra’i setidaknya bisa sedikit bernafas lega, pasalnya gubuk derita yang tak lain adalah tempat tinggal Mahra’i dibongkar pihak TNI yang bekerja sama dengan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam aliansi jurnalis pamekasan (AJP) untuk dibangun menjadi tempat tinggal yang layak huni. Dengan demikian Mahra’i beserta istri dan 3 anaknya tidak lagi harus ngungsi ke rumah tetangganya jika hujan turun.

Sebelumnya keluarga Mahra’i dijanjikan oleh perangkat Desa Plaplak Kabupaten Pamekasan pernah menjanjikan bantuan bedah rumah dalam program bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) namun setelah ditunggu hingga 2 tahun, janji itu hanya sekedar janji belaka. Sehingga Komandan Kodim 0826 Pamekasan bersama jurnalis Pamekasan berinisiatif membantunya dengan membangun rumah untuk Mahra’i. Sementara ditanya soal dana? Letkol Arm Mawardi selaku Komandan Kodim Pamekasan mengaku pembangunan rumah keluarga Mahra’i ini dilakukan dengan cara swadaya yakni adanya sumbangan dari komandan kodim sendiri, para dermawan serta dari sejumlah jurnalis yang tergabung dalam AJP. (Muhammad Zuhri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here