Puluhan warga Dusun Jelbudan Desa Panagguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan berteriak histeris bahkan sempat menghalangi petugas kepolisian saat melakukan penggeledahan di rumah Supakih yakni orang yang diduga bandar narkoba. Ironisnya tidak hanya berteriak, ada sebagian ibu-ibu yang pingsan di tengah Ladang dekat rumah tersangka.

Warga protes karena polisi dianggap salah orang saat melakukan penangkapan bandar narkoba di desa setempat. Namun polisi berusaha menenangkan warga dan menjelaskan bahwa tersangka Supakih merupakan incaran polisi karena tersangka buronan yang tercatat di daftar pencarian orang (DPO) sebagai bandar narkoba yang berpotensi merusak mental generasi muda.

Kompol Ikhwanuddin selaku Wakapolres Pamekasan mengatakan sebanyak 120 personil gabungan dari Polres dan Brimob Pamekasan mengamankan jalannya penggrebekan dan penggeledahan rumah tersangka. Sementara istri tersangka yang berada di depan rumah juga sempat pingsan hingga digotong kerabatnya ke rumah tetangganya. Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan paket sabu dan beberapa alat hisap, kemudian polisi meminta aparat desa setempat yang datang ke lokasi untuk menyaksikan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu (SS) tersebut yang diperoleh dari rumah tersangka.

Tajib selaku perangkat desa di desa setempat mengatakan “Supakih sehari-harinya hanya memelihara ayam, seharusnya polisi bukan menangkap Supakih tapi Mat Hosin yang mirip Supakih, dia itu baru datang dari merantau ke Jakarta. Kami kecewa mas”. Saat penggrebekan, Supakih lolos dan polisi akhirnya mengamankan adik Supakih yakni Mat Hosin dan ayah kandung tersangka yakni Samsuri. Mereka dibawa ke Mapolres Pamekasan untuk dimintai keterangan dan dilakukan tes urine, polisi berjanji bila keduanya tidak positif sebagai pengguna narkoba maka keduanya akan dibebaskan. (Abdur Rahim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here