Pasca terjadinya insiden pembacokan yang dilakukan oleh segerombolan orang tak dikenal yang telah menewaskan Sofyan Nofabriyanto alias Febri salah satu siswa SMKN1 Pamekasan hingga saat ini susana duka masih saja terlihat di sekolah tersebut, bahkan kurang lebih 50 siswa SMKN 1 yang berasal dari Kecamatan Proppo dihimbau untuk tidak masuk sekolah setelah kejadian pembunuhan tersebut sebab disimyalir pelaku yang menewaskan Febri berasal dari Kecamatan Proppo.

Guna menhindari adanya penyerangan atau aksi balas dendam dari keluarga korban, untuk sementara waktu sejumlah siswa asal Proppo tersebut diperkenankan tidak masuk sekolah. Pasalnya tersiar kabar yang menjadi sasaran adalah siswa yang berasal dari Kecamatan Proppo. Sementara suasana duka masih menyelimuti SMKN1 Pamekasan tempat Febri menimba ilmu sehingga pihak sekolah menggelar ritual yasinan hingga hari ke 7 meninggalnya korban. Suanto selaku Waka kesiswaan mengatakan tidak hanya ritual yasinan saja yang dilakukan pihak sekolah, akan tetapi pengibaran setengah tiang pun dilakuak sebagai ucapan bela sungkawa atas meniggalnya salah satu siswa SMKN1 tersebut.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Febri siswa SMKN1 asal Kecamatan Pagantenan meninggal dunia setelah dibacok segerombolan orang tak dikenal yang diduga dari Kecamatan Proppo. Febri dibacok menggunakan pisau saat berupaya menolong Rispandi yang dikreoyok segerombolan orang seusai pulang sekolah. Akibatnya Febri mengalami luka parah di bagian punggung hingga tembus paru-paru, korban meregang nyawa di RSUD Pamekasan setelah beberapa jam mendapatkan perawatan medis. (Muhammad Zuhri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here