Sejumlah guru dari berbagai sekolah swasta di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Pemkab Pamekasan di hari Guru yang jatuh setiap tanggal 25 November. Mereka berdemo untuk menagih janji Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i pada kampanye Pilkada beberapa waktu lalu yang katanya akan memberikan honor sebesar 900 ribu perbulan kepada guru honorer namun ternyata hanya janji belaka. Bahkan dalam demo kali ini sempat terjadi kericuhan lantaran para guru tidak ditemui oleh bupati Pamekasan.
Aksi para guru honorer ini sempat menuju Pendopo bupati akan tetapi aksi mereka digagalkan petugas keamanan dengan menutup pintu pagar Pendopo sehingga sempat terjadi ketegangan. Kericuhan kembali pecah lantara ratusan para guru ini tidak ditemui bupati Pamekasan, mereka juga sempat mengusir kepala dinas pendidikan (Disdik) serta Wakil Bupati Pamekasan Ahmad Kholil Asy’ari dengan menggunakan sepatu mereka lantaran guru-guru ini tidak mau ditemui oleh bupati.
Kecewa karena tak bertemu dengan bupati, guru-guru ini kemudian bergeser menuju kantor DPRD Kabupaten Pamekasan. Mereka ditemui oleh Halili Yasin selaku Ketua Dprd Pamekasan yang tak lain adalah adik dari bupati Pamekasan. Halili berjanji kepada para guru untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada bupati. Faridi salah satu Guru yang ikut berdemo mengaku kecewa sebab para guru honorer selama ini dibohongi oleh janji bupati. Tidak hanya itu para guru juga mengaku jika selama ini telah ada yang mengancam jika guru yang ikut berdemo akan dipecat dari lembaga dimana ia mengajar. Satu dari sekian banyak tuntutan para guru ini adalah meminta bupati Pamekasan segera merealisasikan semua janjinya kepada rakyat Pamekasan yang tertuang dalam 7 program aksi termasuk janji kepada guru tersebut. (Muhammad Zuhri)









