Pamekasan – Bupati pamekasan merespon positif tercetusnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang belakangan dianggap pintu menuju terlaksananya pasar bebas untuk memperkuat perekonomian masyarakat khususnya di ASEAN.

Namun demikian bupati yang akrab disapa Pak Syafi’i itu meminta, menghadapi terbukanya pasar bebas, masyarakat madura khusuanya Pamekasan hards mampu meningkatkan professionalisme dan kompetensi di bidang perdagangan

“Masyarakat Ekonomi ASEAN yang ditandai perdagangan pasar bebas ASEAN ini sebenarnya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua untuk lebih maju dalam bidang ekonomi,” kata Achmad Syafii di Pamekasan, Kami

Ia menjelaskan, tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015, untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN

Hal ini diharapkan agar masyarakat ASEAN mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antarnegara ASEAN, dan di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997.

Dengan demikian kata bupati meski MEA merupakan tahap menujuan kemajuan ekonomi. Namun dibalik itu pasti ada tantangan. Dimana masyarakat khususnya Pamekasan harus mampu melewati tantangan tersebut, seperti datangnya tenaga kerja yang lebih berkualitas serta datangnya berbagai macam produk dari luar dengan harga yang lebih murah dan siap bersaing dengan dengan masyarakat lokal

Oleh karenanya, itu, perlu kesiapan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk para pelaku usaha. “Kalau tidak, MEA bukan menjadi peluang, tapi bisa menjadi ancaman bagi perekonomian kita ini,” terang Achmad Syafii

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan terkait MEA itu. Pertama, ketaatan para pelaku usaha pada aturan-aturan pemerintah mulai kelengkapan administrasi, standar produk, hingga pengaturan tempat usaha

“Kedua, dari sisi pelayanan, kedepan harus lebih baik. Sedangkan yang ketiga peningkatan SDM dan penguasaan teknologi informasi,” katanya

Mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini lebih lanjut menuturkan, survei organisasi buruh internasional (ILO) bahwa pembentukan MEA itu berpeluang meningkatkan kebutuhan tenaga kerja profesional hingga 41 persen atau sekitar 14 juta njiwa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here