Pamekasan, jtvmaduranews.com – Kuranglebih 18 bulan, uang sertikasi tidak dicairakan. Aaibatnya, puluhan perwakilan Guru Agama Islam mendatangi kantor DPRD Pamekasan untuk mengdu atas hak mereka yang raib tidak di ketahui rimbanya.

Para pahlawan tanda jasa tersebut meminta kepada pihak dewan agar persoalan ini segera teratasi. Sehingga hal itu tidak berdampak pada proses belajar mengajar.

Sebanyak 50 guru ini ditemui langsung ketua oleh Komisi D berserta anggota dan kepala Kemenag serta kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

Perwakilan guru agama ini menuntut agar uang sertifikasi selama tahun 2011 hingga 2012, segera dicairkan.

Bahkan menurut para guru ini, pada tahun 2007 sampai 2011 hanya terbayar 6 kali saja.

Sementara Samsul Arifin, ketua Ikatan Guru Agama Islam (IGAI) meminta kepala Kemenag Pamekasan agar secepatnya mencairkan uang sertifikasi yang belum terbayar.

Sebanayak 219 guru dengan nominal uang keseluruhan mencapai kuranglebih 2 milyar rupiah.

Muarif Tantowi, kepala Kemenag Pamekasan mengatakan bahwa uang sebanyak 2 miliyar lebih yang belum terbayar kepada guru masih merupakan tanggung jawab kemenag yang lama yaitu Normaluddin.

Namun Muarif Tantowi dan Ketua komisi D DPRD Pamekasan berjanji akan mendatangi kantor Kementrian Agama pusat, untuk mengklifikasi masalah nasib serta hak para guru tersebut.

Tidak hanya itu, jika semua apa yang menjadi tuntutan para guru ini hanya dibiarkan mengendap di balik meja kerja Kemenag dan DPRD, para guru berjanji akan melakukan aksi lagi. (rahem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here