Diduga konsliting listrik, 2 rumah di Jl. Bonorogo kecamatan Pademawu Pamekasan hangus dilalap si jago merah. Meski tidak menelan korban jiwa, namun istri korban menangis histeris karena sejumlah dokumen penting dan perabotan rumah tidak dapat diselamatkan.
Kebakaran yang diduga karena arus pendek listrik sehingga menimbulkan api dan menjalar ke bangunan atap rumah, sementara pemilik rumah TH (inisial) dan TR (istri TH) pada waktu kejadian tidak ada.
Berdasarkan keterangan Makruf Hadi warga setempat mengatakan rumah tersebut dalam kondisi kosong, namun tiba-tiba terdengar suara keras percikan trobel listrik dari arah atap bangunan secara cepat atap bangunan terbakar hingga mengeluarkan asap tebal. Kemudian sejumlah warga datang membantu untuk memadamkan api, namun pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga warga tidak bisa masuk.
Agar tidak menjalar ke rumah warga lainnya, Wahyu salah satu warga setempat memecahkan kaca jendela milik korban guna memadamkan api yang keluar dari atap bangunan tersebut. Namun karena padatnya rumah di wilayah sekitar membuat sejumlah warga setempat panik, warga cepat-cepat memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya dan menggunakan air sumur milik warga.
Menurut TR selaku korban mengatakan tidak tahu kalau rumahnya terbakar. Pasalnya ia sedang berada di rumah tetangganya, mendengar rumahnya terbakar ia langsung nangis histeris karena selain terdapat berkas-berkas seperti ijazah, sertifikat, serta perabotan rumah, sejumlah uang simpanan hasil dari tabungan uang kecil juga ludes terbakar.
Ironisnya saat api sudah bisa dipadamkan, mobil pemadam kebaran milik PEMKAB baru datang ke lokasi. hal ini karena keterlambatan mobil Damkar yang masih mengisi air sehingga masyarakat mengeklaim PDAM tidak sigap dalam mengantisipasi bencana kebakaran. Fathor Rozi








