Bangkalan, jtvmaduranews.com – Setiap momen ramadhan khususnya menjelang lebaran di beberapa ruas jalan di Bangkalan banyak dijumpai warga yang menawarkan Jasa penukaran uang baru. Para jasa penukaran uang ini bertujuan membantu masyarakat agar tidak perlu mengantri lama  di Bank untuk menukarkan uang lama dengan uang baru.

Namun adanya  pandemi covid 19 yang belum berakhir sampai saat ini, sangat berdampak terhadap omzet para jasa tersebut. Mereka mengeluhkan turunnya omzet yang sangat drastis itu.

Enen salah satu jasa penukaran uang  mengaku pada tahun ini omzet  turun drastis bahkan hanya mencapai 1/4 omzet pada waktu awal-awal pandemi covid 19. Dalam sehari, ia dapat memutar uang kurang lebih 2-3 juta rupiah, jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10-15 juta perhari.

“Sejak adanya pandemi Covid-19 tahun ini juga membuat omzet jasa penukaran uang baru di Bangkalan menurun drastis,” katanya

Ia menuturkan uang baru dari pecahan 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, dan 20 ribu per seratus ditukar dengan harga 110 ribu rupiah dengan mengambil selisih keuntungan sebesar 10 ribu rupiah atau 10 persen.

Meskipun omzet penjualan turun drastis, para jasa penukaran uang baru ini juga tetap mematuhi protokol kesehatan utamanya memakai masker untuk menjaga kesehatan. Ia berharap pandemi segera berakhir.

“Saya berharap dan berdoa mudah mudahan pandemi segera berakhir sehingga aktifitas ekonomi normal kembali,” pungkasnya. (Sah/San).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here