Sumenep – Sejumlah warga kepualaun kabupaten sumenep keluhkan minimnya alat transportasi tujuan pelabuhan kalianget-kepulauan setempat. karenanya, sejumlah warga harus gunakan prahu tradisional, bahkan warga yang gunakan kendaraan roda empat juga terpaksa harus menggunakan alat transportasi perahu tradisional.
Trayek kapal motor angkutan yang biasa digunakan warga kepualaun hanya terdapat kapal DBS 1, Kapal ekspres bahari dan kapal printis sabuk nusantara dengan trayek terbatas, yaitu ke pulau kangean, sapeken dan masalembu. Sedangkan untuk pulau lainnya masih menggunakan perahu tradisional, mengingat kabupaten sumenep memiliki 126 pulau.
Ke pulau Sepudi misalnya, karena terbatasnya angkutan kapal motor yang mempunyai trayek ke pulau tersebut, sebagian warga tarpaksa harus menggunakan prahu tradisional walaupun untuk keperluan transportasi angkutan mobil.
“saya minta agar pemerintah bisa menambah trayek kapal feri untuk kepulauan sehingga jika ada keperluan tidak terbengkalai” ungkap Farhan salah seorang warga pulau sepudi yang saat itu terpakasa menggunakan kapal tradisional untuk transportasi angkutan mobil.
Sementara tarif angkutan kapal tradisional dipatok sebesar lima puluh ribu rupiah perorang. Sedangkan untuk roda dua tarifnya seratus lima puluh ribu ribu dan kendaraan roda empat sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah per unit.
“Untuk tarif roda empat memang agak mahal karena resikonya lebih besar” terang salah seorang ABK perahu tradisional asal sepudi”
warga kepulauan yang selama ini belum tersentuh kapal fery meminta pemerintah daerah agar menambah armada angkutan kapal yang lebih layak, sehingga dapat membantu warga kepulauan khususnya warga yang membutuhkan penanganan yang sangat mendesak. (SA-JMN)









