Ismail Hasyim : jmnc

Bangkalan – Tahun 2017 ini BPN Bangkalan menargetkan melakukan pengukuran dan pemetaan tanah sebanyak 22.000 bidang tanah yang ada di kabupaten Bangkalan yang mana hal ini merupakan salah satu upaya mensukseskan program pemerintah terkait  pemberian 5 juta sertifikat tanah yang dicanangkan oleh  Presiden Joko Widodo.

Sampai saat ini pengukuran dan pemetaan tanah di Bangkalan  berdasarkan data yang kami peroleh dari BPN sudah mencapai 19.030 bidang tanah atau mencapai 87 persen dari target yang sudah dicanangkan sedangkan sisanya 13 persen akan digenjot dalam kurun waktu 8 pekan ini.

Sedangkan metode yang digunakan dalam pengukuran dan pemetaan tanah di Bangkalan tetap menggunakan metode terestrial, metode fotogrametris,cors dan penggabungan ketiga metode tersebut dengan tetap berpatokan pada KKP.

Pencapaian ini diperoleh di tengah tengah berbagai kendala yang dihadapi oleh BPN Bangkalan seperti minimnya tukang ukur tanah yang ada di BPN Bangkalan, geografis tanah yang akan diukur ataupun budaya dari masyarakat itu sendiri.

Bambang Budi Kasie Infrastruktur Pertanahan Bangkalan mengatakan sampai saat ini ada beberapa kendala yang kami hadapi dalam rangkaian ptsl di kabupaten Bangkalan diantaranya secara umum kami memang kekurangan tukang ukur namun sebenarnya BPN pusat maupun kanwil memfasilitasi kami dengan pihak ketiga untuk membantu kemudian secara spesifik letak geografis lokasi tanah juga berpengaruh terhadap waktu pengukuran dan terakhir budaya masyarakat juga mempengaruhi terhadap kelancaran pengukuran.

Meskipun begitu dengan berbagai macam banyak kendala yang dihadapi bukan suatu alasan BPN Bangkalan untuk mengendorkan kinerjanya bahkan dengan keterbatasan yang ada semakin meningkatkan semangat BPN untuk menyelesaikan tantangan tersebut dan optimis mencapai target yang sudah ditentukan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here