Pamekasan, jtvmaduranews.com – Sejumlah kreasi yang memadukan kain dengan hasil alam satu tahun belakangan ini semakin marak mewarnai design batik di Indonesia.
Kain ecoprint dihasilkan menggunakan teknik pewarna alam seperti dedaunan dan bunga.
Seperti yang dibuat oleh Dian Hendriana warga Lawangan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Proses pembuatan cukup sederhana. dimulai dengan peredaman kain yang sudah termordan , lalu kain tersebut dijadikan kain dasar kemudian satu kain lainya sebagai penutup. setelah itu diletakkan daun dari beberapa jenis daun. seperti daun jati, daun afrika, daun kersen dan daun jenis lainnya.
Kemudian ditutup dengan kain lainnya yang sudah direndam dengan tunjung lalu kemudian diratakan sehingga tidak ada gelembung udara di dalam kain tersebut.
Kemudian kain tersebut digulung dan diikat dengan kencang. lalu dikukus sekitar satu setengah jam dengan api sedang. baru kemudian bisa diangkat dan dilihat hasilnya.
Harga produk unggulan ini cukup bervariasi mulai Rp. 120 ribu hingga Rp. 600 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan.
Dian Hendriana pengrajin kain ecoprint mengaku memilih ecoprint karena ramah lingkungan dan lebih mudah dalam membuatnya.
“Saya akan terus mengembangkan produk ini kedepannya karena dirinya ingin memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Dian Hendriana
Sementara hasil produknya berupa krudung dan lainnya sudah mulai dipesan dari kota kota yang ada di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Sumatera dan kota lainnya. (hasan)









