Pamekasan – Kebijakan presiden Joko Widodo menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mendapat protes. Kali ini aksi puluhan mahasiswa di kabupaten pamekasan kembali dilakukan sebagai protes atas kebijakan tersebut.
Massa yang mengatasnamakan koalisi mahasiswa pemuda pamekasan (KOMPAS) melakukan aksi demo kekantor DPRD pamekasan. Mereka menuntut agar DPRD pamekasan ikut serta menolak kebijakan penaikkan harga bbm yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Dalam orasinya mereka menolak keras atas kebijakan yang tidak prorakyat tersebut. mengingat, kebijakan menaikkan harga bbm merembet pada kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.
Menaggapi hal tersebut, Sahur Abadi ketua fraksi PPP, mengatakan pihaknya sangat mendukung penolakan terhadap kenaikan harga bbm sebagaimana disuarakan oleh massa aksi tersebut. mengingat masyarakat dan pengusaha kecil saat ini menyuarakan hal yang sama.
Namun ketengan sempat terjadi, lantranpara demonstran tidak cepat ditemui oleh para wakil rakyat untuk meminta pernyataan sikap serta menandatangani kain putih sebagai penolakan kenaiakan harga bbm.
Dalam aksinya, mahasiswa ini juga menutut agar Jokowi-JK mundur dari jabatanya sebagai presiden, karena di anggap selama ini kebijakannya tidak pro rakyat.
Usai terjadi ketegangan, sejumlah perwakilan anggota DPRD, berkenan menemui mereka dan ikut menandatangani di atas kain putih tersebut (MA.JMN)









