Sumenep, jtvmaduranews.com- Di Madura ada tradisi lebaran ketupat. Lebaran ini biasa digelar H+7 hari raya idul fitri. Warga di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep membuat masakan dari janur atau daun kelapa yang masih muda yang disebut ketupat.

Namun sedikit berbeda dengan Kabupaten ujung timur pulau Madura, tidak hanya ketupat, kuliner lepet menjadi makanan khas di Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang merupakan pasangan kuliner ketupat di hari ketujuh usai lebaran Idul Fitri.

Pasangan kuliner ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat sumenep, ketupat atau ( bahasa maduranya ) “Topak” mempunyai arti tore pateppak atau mari memperbaiki diri dan lepet dimaknai “Pateptep” atau tetap istiqomah.

Meskipun cara memasaknya sama, bahan yang dibutuhkan untuk membuat dua kuliner ini sangat berbeda. Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus menggunakan janur. Sedangkan lepet dibuat dengan bahan beras ketan dan serutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pandan.

Salah seorang warga Syamsul mengatakan, hampir setiap tahun keluarganya membuat kuliner lepet, biasanya makanan khas lebaran tersebut disajikan waktu berada di tempat wisata untuk dimakan bersama keluarga.

“Namun karena sekarang masih kondisi pandemi Covid-19, kami sekeluarga menyantap kuliner lepet itu di rumah saja, serta sebagian juga dibagikan ke tetangga,” katanya, Kamis (20/05/2021).

Meski belum diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini dimulai, namun sampai sekarang tradisi ini tetap terjaga bahkan disakralkan karena memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan masyarakat. (Wild/San).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here