Oleh: Ifa Ayuningtyas Afthon*
Kesalahpahaman terhadap novel jenis ini banyak sekali kita dengar dari mulut masyarakat, baik lisan maupun melewati media sosial. Memang, keseringan membaca novel remaja akan berdampak buruk bagi para pembaca yang tidak bisa menyaringnya secara baik dan benar. Namun, bisakah kalian lebih memperhatikannya lagi, tidak semuanya seperti itu. Masih banyak juga para pembaca yang bisa mendapatkan banyak manfaat, dengan syarat dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk dari suatu novel tersebut. Sebenarnya, pengajaran sastra, khususnya novel sangat penting di dalam dunia pendidikan. Karena novel juga bisa membentuk kepribadian moral dan pribadi seseorang ke arah yang positif dengan tujuan meningkatkan aspek religius seseorang. Menurut Romi Isnanda “Berbagai persoalan yang dapat ditanamkan pada generasi muda terkait pembelajaran sastra yang mengkaji kehidupan manusia, salah satunya dapat dijadikan sarana pembentukan karakter. Karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara (Isnanda).
Menurut Semi (1998:32), novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek-aspek kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan secara batin. Novel remaja merupakan sebuah karangan prosa fiksi atau cerita rekaan yang cukup panjang serta mengandung rangkaian kehidupan remaja di dalamnya. Novel juga merupakan pengajaran yang tidak bisa terlepas dari pengajaran bahasa Indonesia. Menurut Rokhmansyah, karya sastra adalah karya seni yang bermedia atau berbahan utama bahasa. Melalui karya sastra, seorang pengarang menyampaikan pandangannya tentang kehidupan yang ada di sekitar.
Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa, banyak juga masyarakat khususnya para pelajar yang kurang menyukai bahasa tanah airnya sendiri, yaitu bahasa Indonesia. Dengan alasan, terlalu banyak menulis, dan juga tata cara penulisan yang sulit karena harus sesuai dengan PUEBI yang berlaku. Bahasa Indonesia sendiri merupakan suatu alat yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari ilmu-ilmu bahasa Indonesia tentunya sangat penting dipelajari. Kenapa? karena kita sebagai warga negara Indonesia, harus tetap menjaga dan melestarikannya. Jika tidak seperti itu, tanpa adanya bahasa nasional yang baik dan benar, negara ini bisa terpecah belah. Suatu negara, apabila tidak memiliki bahasa nasionalnya sendiri, akan sangat mudah untuk dijajah negara lain.
Di jaman sekarang, rata-rata seluruh penduduk bumi pasti mengenal yang namanya teknologi, bahkan mungkin seluruhnya. Jarang sekali kita temukan masyarakat yang tak mengetahui apa itu teknologi. Bahkan pada masyarakat-masyarakat bawah. Di jaman sekarang pula, sudah banyak macam-macam novel remaja yang bisa kita akses secara online, karena adanya teknologi tersebut. Kenapa di jaman modern saat ini, sering kali kita lihat para remaja yang sangat menyukai novel? jawabannya, karena isi novel lebih menarik perhatian mereka. Bagi mereka, novel dianggap lebih menarik daripada buku pelajaran. Sejak dahulu, membaca novel dianggap dapat meningkatkan imajinatif seseorang.
Membaca novel juga bisa menghilangkan rasa stress dan ketegangan yang ada di dalam diri kita. Hal ini justru dipandang negatif untuk sebagian orang, khususnya para orang tua. Padahal, jika kita kaitkan lagi dengan pembahasan di atas, novel remaja ini bisa kita jadikan bahan sebagai pembelajaran bahasa Indonesia secara tak sadar. Kenapa tak sadar? karena, seorang pembaca, seringkali hanya terfokus pada alur ceritanya saja. Padahal, secara tak sadar mereka telah mempelajari berbagai macam PUEBI yang terkandung di dalam novel remaja tersebut. Khususnya novel remaja yang sudah terkenal dan bukunya diterbitkan oleh penerbit yang terkenal pula. Novel seperti itu, tentu saja sudah di teliti berulang kali untuk PUEBI nya. Penataan diksi-diksi yang rapi dari tangan sang penulis yang berpengalaman ditambah pengkoreksian ulang sebelum penerbit menerbitkan buku novel itu menjadikan satu buah novel yang sangat indah dan enak dibaca. Para pembaca juga terus-menerus mempelajari banyak kosa kata- kosa kata baru yang belum terlihat sebelumnya. Kualitas menulis bahasa Indonesia mereka juga akan meningkat.
Ada banyak sekali cara mengakses buku novel, khususnya novel remaja. Karena para remaja sekarang lebih banyak yang menyukai novel, kenapa kita tidak memanfaatkannya? kita bisa mengubah pandangan para masyarakat yang terus-menerus memandang novel adalah hal-hal yang berdampak negatif. Dengan kemajuan teknologi saat ini, hanya dengan bermodal handphone saja, kalian sudah bisa membacanya kapan dan dimana saja. Kita bisa mengubah sedikit isi dari novel itu sendiri. Banyak sekali para penulis sekarang yang memasukkan kepintaran akademisnya di dalam cerita novel yang ia buat. Sebagai contoh, cerita novel “A+” karya Ananda Putri. Dari cerita itu dapat kita lihat, cerita karangan yang ditulis oleh Ananda Putri ini adalah cerita bergenre remaja yang berpusat pada lima remaja SMA dengan otak jenius. Tentu saja isi dari cerita itu akan sangat berbeda dengan cerita-cerita yang lain. Jika kita membaca cerita novel ini, kita bisa mempelajari pelajaran-pelajaran yang kita dapat di sekolah. Jadi, bukan hanya pada buku pembelajaran, kita juga dapat menambah relasi pengetahuan kita melalui novel remaja ini secara seru dan lebih menarik tentunya. Kenapa? karena disana bukan hanya pembelajaran saja, rentetan-rentetan alur yang menegangkan juga bisa membuat kita merasa lebih bersemangat untuk membacanya. Dengan cara itu, secara otomatis kita juga bisa mengembangkan gaya penulisan yang kita punya sekarang. Kita akan lebih tau mengekspresikan ungkapan-ungkapan di dalam tulisan. Secara tidak sadar pula, banyak sekali kesehatan mental remaja yang tertolong hanya dengan membaca novel-novel yang mereka sukai. Oleh sebab itu, mengapresiasi karya sastra artinya berusaha menemukan nilai-nilai kehidupan yang ditemukan dalam masyarakat.
Novel adalah salah satu hal yang dapat mempengaruhi pandangan individu terkhususnya untuk anak remaja di Indonesia. Dalam kutipan Purnamasari (2013:4) terdapat argumentasi bahwa ada hubungan positif antara kebiasaan membaca dan pemahaman membaca. Membaca itu sendiri menjadi sarana yang tepat untuk membangun konsep, mengembangkan pembedaharaan kata, memberi pengetahuan dan mengembangkan konsep diri serta sebagai suatu kesenangan. Penggemar novel tidak hanya mendapatkan nilai positifnya saja, melainkan bisa menjadi sisi negatif apabila salah digunakan. Novel, akan menjadi hal yang positif apabila dapat menciptakan hal posistif bagi mereka. Namun, apa yang terjadi sekarang berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan. Banyak sekali anak remaja yang menyalahgunakan kehidupan dunia fiksi dengan kehidupan dunia nyata mereka. Permasalahan ini selalu ada. Sehingga, seringkali masyarakat memandang buruk isi novel tersebut tanpa menyadari sisi positif dari novel tersebut. Memang sangat sulit untuk memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat membedakan imajinasi dan berpikir yang logis. Sehingga inti utamanya disini adalah, bagaimana cara merubah pandangan masyarakat terhadap novel-novel jenis ini, dan juga memberitahu para remaja-remaja yang masih belum bisa membedakan dunia fiksi dan dunia asli mereka sendiri.
*Mahasiswi Jurusan Farmasi UMM



