Pamekasan, jtvmaduranews.com – Aswaja NU Center (Asnuter) kembali menggelar kegiatan sosialisasi ajaran ahlus sunnah wal jama’ah an Nahdhiyah, yang dibingkai dalam bentuk program Aswaja Goes To School, Jumat (20/12/2023).

Kegiatan kali ini diselenggarakan di Desa Teja Barat Pamekasan tepatnya di Pondok Pesantren az Zahri yang diasuh oleh KH Ali Wafa.

Kegiatan ini dihadiri oleh segenap santri dan santriwati Ponpes az Zahri Teja Barat Pamekasan. Adapun tema yang diangkat adalah ” Memahami dan Meneguhkan Ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Bingkai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara “.

Dalam orasinya, K. Sya’roni menegaskan bahwa ukuran yang benar untuk menentukan kelompok yang benar-benar ahlus sunnah wal jama’ah merujuk kepada sebuah hadis, yaitu ” Ikutilah kelompok terbanyak “. Hadis ini, menurut beliau sudah dikomentari oleh Imam As Suyuthi. As suyuthi seorang ulama besar asal Mesir yang sudah masyhur di dunia. As Suyuthi mengatakan bahwa hadis di atas merupakan simbol yang paling agung bagi kelompok ahlus sunnah wal jama’ah karena kelompok pengikut hawa nafsu, jumlahnya tidak mencapai sepersepuluh dari kelompok ahlus sunnah wal jama’ah. Adapun menurut versi google jumlah kelompok ahlus sunnah wal jama’ah di dunia hari ini mencapai 80 persen dari keseluruhan umat Islam di dunia.

Dalam kenyataannya, kelompok yang disebut paling banyak jumlah pengikutnya di dunia itu, praktek ibadahnya, aqidah, dan tasawufnya, sudah menjadi keyakinan dan amalan sehari-hari dari jam’iyah dan jama’ah Nahdahtul Ulama. Selain Nahdhatul Ulama, banyak juga umat Islam di belahan dunia yang sama persis dalam segala urusan agamanya dengan Nahdhatul Ulama. Maka dapat diyakini bahwa Nahdhatul Ulama serta kaum muslimin di belahan dunia yang dalam beragama sama persis dengan Nahdhatul Ulama, mereka itulah kelompok ahlus sunnah wal jama’ah. Hal ini cukup dilihat dari jumlahnya yang terbesar di dunia, dari dulu sampai sekarang. Hal ini sudah berdasarkan sebuah hadis yang berstatus sohih, sebagaimana telah disebutkan hadisnya di atas. Begitu beliau menegaskan.

Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka mendidik anak-anak muda untuk mengerti ajaran Islam yang dasarnya jelas serta memiliki landasan hadis dan dapat dibuktikan kebenarannya di lapangan. Sehingga anak-anak muda tidak gampang tergiur mengikuti ajaran-ajaran yang sama-sama mengaku ahlus sunnah wal jama’ah namun kenyataannya, dilihat dari hadis dan fakta, mereka bukan kelompok ahlus sunnah wal jama’ah. Hal itu dikarenakan banyak alasan, diantaranya jumlah kelompok mereka sangat sedikit. Sedangkan Rasulullah jelas sudah mengatakan, “Ikutilah Kelompok Terbanyak”. Ahmad Soleh/Jmnc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here