Pamekasan, jtvmaduranews.com – Seoarang pengrajin Juhairiyah warga Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan ini sudah menggeluti kerajinan gerabah sebagai usahanya sejak keluar dari bangku sekolah dasar sekitar puluhan tahun silam.
Kerajinan ini menggunakan tanah yang diambil dari sawah dicampur pasir dan diolah menjadi beberapa kerajinan yang bernilai ekonomis.
Juhairiyah yang dibantu keluarganya ini bisa mencetak 40 gerabah dalam sehari dan sekitar 1000 biji dalam satu bulan.
Harga gerabah yang diproduksi bervariasi dari Rp 3.500 hingga Rp. 12.000 perbiji dan dalam penjualannya bisa menghabiskan 1000 biji dan dalam sebulan bisa memperoleh omset 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah.
Kerajinan ini memang banyak digunakan oleh masyarakat terutama yang sifatnya tradisional.
Dari usaha gerabah ini rupanya memiliki banyak konsumen tidak hanya dari Kabupaten Pamekasan namun juga diluar Madura seperti Jember Jawa Timur dan daerah lainnya.
Untuk menghasilkan kerajinan gerabah, dia hanya butuh tanah, dan air sebagai campuran agar proses pembentukan lebih mudah . dalam pembentukannyapun hanya menggunakan tangan dan potongan kain untuk menghaluskan. dalam prosesnyapun sangat cepat.
“Pembuatannya sangat mudah namun pada musim hujan seperti sekarang terdapat terkendala tidak cepat kering sehingga produksi menurun, berbeda pada musim kemarau yang dapat sinar matahari lebih banyak. biasanya kalau musim kemarau dalam sebulan bisa memproduksi lebih dari 1000 biji,”
Juhairiyah sudah bisa memproduksi berbagai kerajinan gerabah seperti cobek, kuali, dan lain lainnya. (hasan)









