SAMPANG, jtvmaduranews.com – Pondok Pesantren Nurul Jadid Garduak, Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang menggelar wisuda ke 36 di halaman Ponpes setempat mulai 1-2 Juli 2022. Sebanyak 153 santri dan santriwati yang telah digembleng di pondok itu tidak sia-sia hasilnya merekapun lulus dengan hasil terbaik.
Salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gus Syamsul Arifin Muddassir mengatakan kegiatan tahunan ini dilaksanakan dalam rangka rangkaian ujian akhir tahun pelajaran sekaligus syukuran kelahiran pondok pesantren Nurul Jadid Garduak.
“Wisuda ini diikuti oleh siswa dari berbagai tingkatatan, yakni PAUD, TK, MI, MTs, MA, MDA dan MDW,” Katanya.
Gus Syamsul Arifin mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid Garduak melaksanakan pendidikan formal dan non formal.
“Pendidikan formal di dalamnya ada Pendidikan anak usia dini (PAUD), Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Begitu Ada madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) sampai madrasah Diniyah Ulya. Sementara Pendidikan non formal seperti, pengajian kitab kuning (Kutub Atturats) yg di bimbing oleh Pengasuh Pondok Pesantren dan beberapa ustadz senior dengan sistem wetonan dan sorogan,” ungkapnya.
Sementara Majelis Pimpinan Yayasan Gus Abdurrasyid mengatakan bahwa salah satu program unggulan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid ini adalah program takhassus (Pendidikan Konsentrasi Khusus) dalam mempelajari cara baca dan cara memahami kitab-kitab klasik (kitab-kitab kuning).
Ia menerangkan bahwa setiap santri diberi bimbingan khusus dalam waktu 2 semester sudah harus mampu membaca dan memahami kitab kuning dan juga diterapkan rutinitas kegiatan muhadhoroh dan muzakaroh setiap malam harinya.
Selain itu, untuk menambah kecakapan dan kemampuan santri. Pondok Pesantren juga melaksanakan program ekstra kurikuler, seperti pembinaan kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Arab, Inggris, Prancis dan China.
“Mereka dibina langsung oleh tenaga-tenaga khusus sesuai dengan konsentrasinya masing-masing di markas bahasa. Selain itu, untuk mengembangkan kemampuan dan kecakapan diri para santri (life skill) Pesantren juga mengadakan program bina Pramuka dan kursus-kursus lainnya yang sesuai dengan minat serta potensi dari masing-masing santri,” terangnya.
Rangkaian kegiatan tahunan ini di mulai dengan pelaksanaan ujian semester akhir pada jenjang pendidikan formal. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan musabaqoh antar santri yg dikemas dalam kegiatan festival kreasi. Serta pelaksanaan I’lan (Demonstrasi Kemampuan) dalam menghafal kitab kuning.
Sementara puncaknya pada hari Sabtu ini rencananya akan di hadiri oleh KH. Mohammad Najih MZ Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang. (Muh/San)









