Pamekasan, jtvmaduranews.com – Ratusan aktivis mahasiswa IAIN Madura dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan melakukan unjuk rasa di depan rektorat IAIN Madura, Senin pagi.

Unjuk rasa ini dilakukan terkait insiden penurunan dan pengrusakan spanduk  organisasi oleh Eko Ariwidodo dosen IAIN Madura pada jumat 15 November kemaren dan membuangnya ke tempat sampah yang diketahui  oleh panitia yang bertugas penerimaan Mapaba PMII.

Massa menuntut segera memecat Eko Ariwidodo sebagai anggota senat kampus IAIN Madura, memecat Eko Ariwidodo sebagai ketua rumah jurnal IAIN Madura, mengeluarkan dari kampus IAIN Madura dan dipecat dari ASN.

“Tindakan itu dinilai melecehkan warga pergerakan. kepada rektor segera mengambil kebijakan berupa sangsi agar dikelurkan dari kampus iain Madura,” kata Ahmad Faisal Dzat.

Dalam aksi tersebut dosen Eko Ariwidodo nampak hadir di depan aktifis mahasiswa mengklarifikasi insiden yang terjadi pada jumat kemaren. Eko Ari Widodo menyampaikan bahwa dirinya tidak ada niat untuk melecehkan PMII dan di depan ratusan kader PMII dia juga meminta maaf secara terbuka.

Sementara Wakil Rektor III IAIN Madura Mohammad Hasan menyampaikan kepada awak media tidak bisa langsung memenuhi tuntutan mahasiswa tersebut.

“Rektor IAIN Madura Bapak Moh. Qosim sedang berada di jakarta  untuk menghadiri rapat kordinasi dengan Kementerian Agama Ri. tuntutan ini akan disampaikan ke rektor untuk menjadi pertimbangan pimpinan kampus IAIN Madura,” kata Mohammad Hasan, Warek III Iain Madura.

Karena aktifis mahasiswa belum menemukan titik temu dari pimpinan IAIN Madura. aktifis mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib, namun mereka berjanji akan tetap mengkawal kasus pengrusakan atribut PMII tersebut. (hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here