Sampang – Diduga asal-asalan bantuan guru ngaji disorot. Diduga fiktif dan tidak tepat sasaran, sejumlah masyarakat melaporkan bantuan guru ngaji di ke DPRD Sampang. mereka menilai, anggaran 3 milyar guru ngaji yang dianggarkan oleh pemerintah dinilai asal-alasan. Sejumlah aktfis yang mengatasnakan gerakan pemuda peduli sampang (GP2S) ngeluruk ke kantor dprd sampang. kedatangan para aktivis ini guna melaporkan bantuan guru ngaji yang di duga fiktif dan tidak tepat sasaran.
Para aktifis ditemui sejumlah anggota DPRD komisi iv di ruang aula DPRD. Mereka menyampaikan sejumlah kejanggalan-kejanggalan terkait penerima bantuan guru ngaji yang ada di Desa Bire Timur Kecamatan Sokabenah Sampang.
Bantuan senilai 3 milayar dari APBD sampang yang diperuntukkan guru ngaji oleh GP2s tidak tepat sasaran. Salah satunya penerima bantuan hanya di mintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) meski tidak mempunyai santri ngaji dan mosolla. Iironisnya bantuan tersebut juga tidak diberikan, malinkan di ambil salah satu oknum.
menjawab tudingan tersebut, Amalik Amrullah, kepala Dinas Sosial, Kabupaten sampang, mengatakan, jika memang data tersebut benar, maka dirinya akan menindak tegas pokja yang ditunjuk sebagai pelaksana. Semenetara menurut Amin Arif Tirtana, selaku ketua komisi iv DPRD sampang, pihaknya akan melakukan tindakan untuk merespon tuntutan masyarakat, sehingga bantuan guru ngaji efektif dan tidak di mainkan oleh sejumlah oknum. (FR/JMNC)









