Pamekasan,jtvmaduranews.com-Sejumlah mahasiswa yang mengatas namakan Barisan Elemen Rakyat Kabupaten Pamekasan (BERAT) berunjuk rasa mendatangi kantor Polres Pamekasan, Jumat (22/03/24).

Kedatangan 12 mahasiswa itu menanyakan soal kebenaran cuitan yang dilakukan oleh Connie Rahakundini Bakrie, dimana dalam akunnya menyebutkan polisi tidak netral bahkan menuding polisi punya akses ke Sirekap KPU.

Dalam aksinya, Korlap aksi Miftahul meminta Kapolres untuk menemui pengunjuk rasa.

“Silakan Kapolres jelaskan kepada kami, atau yang berwenang bisa menjawab semua ini, teriak Mifta.

Akhirnya para pengunjuk rasa itu ditemui Wakapolres Pamekasan Kompol Andy Purnomo, kemudian mereka diajak untuk masuk ke dalam ruang untuk menyampaikan aspirasinya.

Mifta menyebutkan ini akan menjadi citra buruk jika betul polisi ikut bermain dalam pemilu, terlebih dikabarkan bisa mengisi sirekap.

“Silakan sampaikan apa benar polisi juga bisa ngisi sirekap saat pemilu”. Pinta Mifta kepada Wakapolres saat di ruang tamu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wakapolres membantah cuitan Connie yang kini tengah jadi perbincangan. Pihaknya selama pemilu fokus pada pengamanan dan tidak mungkin ikut campur urusan Pemilu.

“Dari awal kami netral, kami di kepolisian tidak ada kecenderungan ke siapapun, kami menjaga keamanan dan ketertiban pemilu, tidak mungkin kami mendapat akses ke sirekap, di hp kami tidak ada fasilitas itu, silakan bisa dicek”. Ucap Andy.

Masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu tersebut, Bahkan pihaknya juga mempersilahkan masyarakat menanyakan langsung ke Polres Pamekasan.

Mendapati penjelasan tersebut, Perwakilan dari pengunjuk rasa akhirnya berbalik arah, Mifta selalu korlap aksi justru melaporkan balik atas tudingan hoax tersebut.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan dan akan membuat gaduh masyarakat.

” Ini baru pertama kita di daerah melaporkan Connie, dampaknya luar biasa karna telah menyebarkan hoax”. Tegas Mifta. (Nif/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here