Syaiful Annwar : jmnc
Sumenep – Bentrok yang terjadi antara mahasiswa yang mengatas namakan Mahasiswa Sumekar Raya dengan aparat kepolisian ini, berawal saat mahasiswa yang mulai memanas dan memaksa masuk ke dalam kantor pemerintah kabupaten Sumenep, untuk bertemu langsung dengan Bupati, bahkan terdapat mahasiswa yang terjatuh saat aksi saling dorong terjadi.
Beruntung bentrok mahasiswa dengan aparat kepolisian dapat diredah, setelah ditemui oleh perwakilan dari pemerintah daerah kabupaten Sumenep, namun mahasiswa tetap kecewa, sebab para mahasiswa tidak bisa bertemu langsung dengan Bupati Sumenep, untuk menyampaikan aspirasinya, dalam aksi unjuk rasa dilakukan di depan kantor Pemkab.
Dalam aksinya, para mahasiswa menuntut Bupati dan wakil Bupati Sumenep untuk segera mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah, yang dinilai banyak temuan persoalan yang hingga sampai saat ini belum dilakukan evaluasi, bahkan para mahasiswa menilai, pemkab Sumenep lemah dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja OPD.
Aksi puluhan mahasiswa ini di akhiri dengan sholat ghaib, sebagai bentuk protes dan sindiran kepada pemerintah kabupaten Sumenep, karena dinilai telah mati dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja opd, mahasiswa berjanji akan kembali turun ke jalan, jika tuntutannya tidak segera direalisasi.









