Surabaya, Jtvmaduranews.com – Nasib Petani Tembakau di Madura sangat memilukan. Pasalnya, harga daun emas di tingkatan petani hanya Rp 15 ribu per kilogram.

Untuk menjaga harga tembakau tetap tinggi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mendorong Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertindak cepat. Salah satunya, membentuk BUMD yang bertugas sebagai penyangga ketika harga tembakau anjlok.

Badan usaha tersebut berperan sebagai penyeimbang harga. Jika pabrikan swasta membeli tembakau dengan harga murah, maka BUMD tersebut berkewajiban menyerap tembakau petani dengan harga yang lebih mahal.

Dengan demikian, harga tembakau tetap stabil dan petani tidak mengalami rugi yang teramat besar. “Kasihan petani kita, harusnya mereka meraup untung setelah berbulan-bulan bertani,” katanya.

Menurut Aliyadi, antara petani dengan perusahaan saling membutuhkan. Perusahaan butuh tembakau sebagai bahan dasar produksi rokok, sementara petani butuh dibeli dengan harga layak.

Mestinya, sebagai pihak yang saling membutuhkan, tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Tetapi, yang terjadi selama ini berbeda. Petani sering merugi. “Kalau dulu satu kilogram tembakau bisa buat beli satu gram emas, kalau sekarang mana bisa, harganya sering anjlok,” katanya.

Aliyadi berjanji akan berjuang mengawal nasib petani. Dia akan mendorong eksekutif melakukan langkah penyelamatan terhadap petani.

“Apapun akan saya lakukan demi membela petani. Petani kita harus untung, kasihan kalau terus merugi,” tegas peraih suara terbanyak nasional di internal PKB pada pileg 2019 lalu itu. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here