Sabtu, Oktober 19, 2019
No menu items!

Seorang Petani di Pamekasan, Temukan Kepala Patung Buddha

Must Read

Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Titik Rawan Konflik di Bangkalan

Bangkalan, jtvmaduranews.com - Sejak pukul 20.00 WIB, personel gabungan Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan sudah...

Antusiasme Pelajar Ikuti Lomba Tembak Senapan Angin

Sampang, jtvmaduranews.com - Para pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan umum dari berbagai daerah yang...

Wabup Pamekasan Buka Seminar dan Pengukuhan Bunda Baca Pamekasan

Pamekasan, jtvmaduranews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional...

Pamekasanjtvmaduranews.com – Mohammad Juri 45 tahun seorang petani asal dusun Duk, desa Ambat, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan, menemukan kepala patung buddha saat meratakan gundukan tanah di ladang milik saudaranta.

Menurut Mad Juri, patung kepala Buddha itu ditemukan sekitar tujuh bulan yang lalu di ladang milik saudaranya, waktu dirinya hendak meratakan gundukan tanah untuk ditanami jagung.

Saat tanah mulai dibongkar, linggis yang digunakan terasa menyentuh benda keras seperti batu, setelah terus digali ternyata kepala patung Buddha. Kepala patung itu kemudian diangkat dan dibersihkan.

Karena kurang begitu paham dengan barang tersebut, kepala patung berukuran sekitar 12×6 senti meter itu tidak langsung dibawa pulang, tapi ditinggal di ladangnya selama lima hari.

Kendati demikian selama lima hari ditinggal, posisi kepala patung itu tidak berubah di pinggir ladang tetap tegak dengan posisi seperti semula.

Patung yang putus sampai leher itu, baru dibawa pulang ke rumahnya dengan maksud untuk dibuat mainan cucunya. Namun selama di rumahnya, kepala patung itu hanya ditaruh di sela-sela dinding rumahnya.

Penemuan kepala patung itu baru diketahui publik setelah dibawa ke gudang pengolahan garam, tempat juri mencari pekerjaan tambahan. Di gudang, salah satu teman Juri mengunggah gambar patung itu ke media sosial facebok. Karena sudah tersiar kemana-mana, Juri kemudian melarang orang lain membawanya.

“Lokasi ditemukannya kepala patung ini  dulunya merupakan gundukan tanah yang kemudian digali untuk urukan bangunan, tanah tersebut digali hingga kedalaman tiga meter”. Kata Abdul Azis, Tokoh Desa Ambat.

Sementara, menurut Abdul Azis kemungkinan jika digali lebih dalam lagi, akan ada benda-benda kuno lainnya yang berkaitan dengan patung tersebut. Namun menurutnya hal tersebut butuh penelitian ahli arkeologi yang memang merupakan bidangnya.

Menurut Juri, saat menjelaskan terkait pemuan itu kepada Abdul Azis salah satu warga yang ditokohkan di desa Ambat tersebut, patung itu kondisinya jauh berbeda ketika pertama kali ditemukan. Ssat ini di bagian lipi patung itu seperti ada bekas air mata yang mengalir dari kedua mata patung itu. (zuhri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Wabup Pamekasan Buka Seminar dan Pengukuhan Bunda Baca Pamekasan

Pamekasan, jtvmaduranews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional menyelenggarakan seminar dengan tema "Membangun...

Petugas Gabungan Tutup Tempat Karaoke yang Nekat Buka

Pamekasan, jtvmaduranews.com - Petugas gabungan dari Satpol PP, Polres dan TNI Kabupaten Pamekasan langsung mendatangi tempat-tempat karaoke yang diduga tidak mengantongi izin.

Berita Lainnya